Rabu, 26 Agustus 2020

Asal Usul Telaga Warna Jawa Barat



Asal Usul Telaga Warna - Jaman dahulu ada sebuah kerajaan di Jawa Barat yg bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan artinya sebuah kerajaan yg makmur dan  damai. Kerajaan itu dipimpin oleh seseorang raja bijaksana bernama prabu Swartalaya. Meski negeri itu hayati makmur, tetapi warga  negeri itu merasa gelisah. Hal tersebut dikarenakan oleh raja belum jua dikaruniai momongan sampai ketika ini. Sehingga duduk perkara tersebut menghasilkan raja serta ratu sangat duka, rakyatpun ikut galau. Mereka risi Jika kerajaan nantinya tidak mempunyai penerus.

Akhirnya buat mampu menerima keturunan, sang raja menyepi dan  bersemedi pada sebuah goa. Sesudah beberapa ketika lamanya, ahirnya harapan sang raja terkabul. Timbul sebuah suara tanpa wujud yang berkata bahwa harapanya akan segera terwujud. Oleh raja merasa sangat suka , kemudian dia menyudahi semedinya serta balik  ke istana.

Selang beberapa minggu lalu, permaisuri akhirnya mengandung. Lalu sembilan bulan lalu lahirlah seorang puteri yang sangat rupawan. Puteri tadi dinamakan Gilang Rukmini. Kelahiran oleh puteri disambut riang gembira oleh segenap warga , terutama oleh raja serta ratu yang telah usang mengharapkan keturunan. Pesta diadakan relatif meriah di istana.

Beberapa tahun berlalu, puteri Gilang Rukmini tumbuh sebagai puteri yg sangat cantik. Namun sebab sejak kecil tak jarang dimanjakan oleh ayah ibunya, puteri gilang rukmini mempunyai perangai yg cukup jelek. Beliau tumbuh menjadi gadis yg sangat manja. Bila keinginanya tidak dituruti, beliau akan cepat murka  serta berlaku cukup kasar di siapapun.

Namun oleh raja dan  segenap rakyat permanen menyayanginya. Mereka berharap perangai sang puteri kelak akan berubah seiring ketika. Sampai pada suatu ketika, tibalah umur oleh puteri genap menginjak 17 tahun. Buat merayakanya, suluruh rakyat sepakat buat menyampaikan pemberian  khas menjadi wujud rasa cinta mereka pada sang puteri.

Akhirnya, masyarakat seluruh negeri menyisihkan perhiasan terbaik mereka. Seluruh perhiasan itu nantinya akan dilebur buat membentuk kalung yang relatif bagus. Pintar emas terbaik diseluruh negeri, diserahi tugas buat menghasilkan kalung tadi. Hingga terciptalah sebuah kalung yang sangat mengagumkan, bertahtakan batu permata warna-warni yang berkilau.

Program ulang tahun diadakan pada istana dengan persiapan yang relatif megah. Panggung besar  dirancang di depan istana dengan dekorasi yg meriah. Rakyat berbondong-bondong berkumpul buat mengucapkan selamat pada oleh puteri yg mereka cintai.

Akhirnya, oleh raja, ratu, serta puteri datang dan  naik ke atas mimbar, disambut sorak sorai para masyarakat yang berbahagia. Sampai tibalah dimana kalung permata yang dipersembahkan sang warga  seluruh negeri diserahkan. Mereka berharap oleh puteri akan merasa suka .

Tetapi ketika sang raja membuka kotak serta menyerahkan kalung itu, oleh puteri hanya mengerutkan dahi. Tidak sedikitpun tampak raut senang di wajahnya. Melihat tingkah laris puterinya, sang raja sebagai malu. Lalu raja berkata..'' Terimalah serta pakailah kalung itu. Itu wujud cinta semua masyarakat di mu. Hargailah jerih payah mereka''. Tetapi jawaban oleh puteri justru mengejutkan. Menggunakan terperinci-terangan dia menolak, bahkan mengejek kalung itu. ''Ah.. Kalung apa itu? Buruk  sekali. Warnanya sangat kampungan''.

Melihat tingkah laris puterinya yang sudah di luar batas, sang raja menjadi sangat sedih serta malu. Ahirnya oleh raja mulai menangis. Melihat rajanya menangis, warga  yg melihatnya ikut bersedih, dan  ahirnya ikut menangis. Konon katanya, mereka semua menangis terus menerus sampai istana tergenang oleh air mata mereka. Dan  datang-tiba, asal dalam tanah juga ikut memancar air yang sangat deras, hingga istana dan  semua negeri tenggelam di dasarnya. Dan  kini  , tempat itu berubah menjadi Telaga warna. Sebab pada saat-waktu tertentu, air di telaga itu mampu berubah warnanya. Dan  berdasarkan legenda, itu adalah pancaran rona berasal kalung Puteri Gilang Rukmini yg berada di dasar telaga.

Senin, 24 Agustus 2020

Dongeng Legenda Timun Mas

Selamat Datang di Cerita Rakyat Singkat, pada dongeng kali ini berjudul Dongeng Legenda Timun Mas. Selamat mendongeng..!!


Cerita Timun Mas


Di zaman dahulu kala hidup sepasang suami isteri yg hidup sehari-harinya sebagai petani. Sangat disayangkan mereka tidak memiliki seorang anak.

Tidak pernah bosan mereka memanjatkan doa agar bisa mempunyai seorang anak. Pada suatu saat, seseorang super besar akbar melewati rumah sepasang petani itu serta tanpa tak sengaja mendengar doa-doa mereka. Karena iba, raksasa besar  pun memberikan sebutir biji timun pada mereka untuk menanam serta merawatnya. Namun biji timun yang diberikannya pada sepasang suami isteri itu tidaklah cuma-cuma, ia mengatakan, "kalian wajib  menyampaikan anak kalian kepada ku bila telah dewasa."

Ditanamlah biji ketimun itu oleh sepasang suami isteri dan  kemudian dirawat dengan penuh asa. Dan  akhirnya biji ketimun yg ditanam mengakibatkan yang akan terjadi yg baik menggunakan tumbuhnya sebuah ketimun yg beda berasal pohon-pohon ketimun lainnya. Akibat buah ketimun tersebut tumbuh menjadi besar  serta mempunyai rona keemasan. Terlihat telah sangat matang, kemudian dipetiklah buah tersebut serta dibukanya sang mereka. Saat buah ketimun yg berwarna keemasan dibuka, terlihatlah seorang bayi wanita yg sangat cantik.

Bayi perempuan   tadi diberi nama Timun Emas. Menggunakan tumbuh sebagai seorang anak wanita yang sangat indah serta pintar. Namun orang tuanya sangat risi menggunakan bertumbuhnya menjadi anak gadis, takut suatu ketika si super besar besar  itu menghampirinya serta meminta anak tersebut untuknya.

15 tahun telah umur Timun Emas serta beliau tumbuh menjadi gadis remaja yg cantik jelita. Tiba-tiba di lalu harinya raksasa itu datang buat menemui sepasang petani dan  mengatakan " heii petani, aku  tiba kesini untuk meminta anakmu buat ku"

Jawab pak tani, "Anakku Timun Emas sedang tak ada dirumah dan  isteri ku sedang memanggilya di kebun, kau tunggulah sampai beliau datang."

Timun Emas pun keluar lewat pintu belakang sesudah ibunya menyampaikan kantung kain mungil dan  mengatakan, " pergilah nak, serta kamu bawa kantung ini. Terdapat benda-benda di dalamnya, yang bisa menyelamatkanmu asal sang super besar itu."

sudah sangat lama   raksasa menunggunya, tapi Timun Emas belum juga pulang kerumahnya. Serta akhirnya si raksasa pun menyadari jikalau dirinya sedang dibohongi oleh sepasang petani.

Super besar memperhatikan disekitarnya. Pertama-tama dia tidak melihat apapun, namu terlihatlah berasal semak-semak yg berkiprah-gerak mencurigakan. Dari kejauhan terlihatlah Timun Emas sedang berlari, lalu super besar itu pribadi lari dang mengejarnya.

Semakin mendekat kejaran si raksasa itu ke Timun Emas, namun dia sembari berlari memasukan tangannya kedalam kantung kain mungil serta menemukan segenggam garam. Kemudian menggunakan cepatpun Timun Emas melempari garam itu ke super besar, ada bahari yang luas di dean super besar. Berusaha super besar melewati laut itu dan  pulang mengejar Timun Emas lagi.

Dilakukannya pulang Timun Emas memasukan tangannya serta mencari yang ada didalam kantung itu. Ditemukannya segenggam cabe, lalu cabe itu dilempar lagi ke hadapan raksasa serta cabe itu berubah menjadi hutan yang lebat. Ranting-ranting tanaman menarik tangan dan  kaki raksasa itu tetapi beliau mampu memotong serta kembali berlari mengejar Timun Emas.

Pulang lagi Timun Emas mencari isi yg ada pada dalam kantungnya, ditemukannya segenggam biji ketimun. Dilemparinya biji-biji itu ke raksasa serta tumbuhlah sebagai hutan ketimun yg berbuah ketimun dengan poly dan  lebat. Dimakanlah ketimun-timun itu sampai habis serta akhirnya super besar itu merasa kekenyangan serta ngantuk, raksasa pun tertidur sangat pulas. Timun Emas berlari lagi untuk mampu menyelamatkan dirinya.

Beberapa lama   kemudian, terbangunlah raksasa itu dan  kembali mengejar Timun Emas. Menggunakan asa cemas Timun Emas menggoyang-goyangkan kantung pemberian  dari ibunya dan  hanya tinggal satu benda yg tersisa adalah segumpal terasi. Dengan tangan yang gemetar, dikeluarkannya segumpa terasi itu dan  melemparkannya ke hadapan raksasa. Dengan penuh harap semoga terasi itu mampu menyelamatkan dirinya asal cengkeraman super besar. Berubahlah terasi itu menjadi rawa-rawa berlumpur sesudah dilemparnya. Dan  akhirnya raksasa itu jatuh ke pada lumpur tersebut, pertama-tama ia karam hanya sampi lutut. Makin lama   dia karam lagi serta berusaha untuk berkiprah dan  berontak namun apa dayanya lumpur itu malah menenggelamkannya ke dalam lumpur.

Lalu Timun Emas istirahat dan  menenangkan diriny, akan tetapi ia tetaap waspada takut tiba-datang super besar itu balik  mengejarnya. Usang telah Timun Emas menunggunya, tetapi tak terlihat batang hidung si raksasa itu asal pada lumpur. Timun Emas pun langsung berjalan pulang kerumah untuk menemui orang tuanya. Akhirnya Timun Emas serta ke 2 Orang Tuanya terlepas dari ancaman raksasa itu.

Selasa, 11 Agustus 2020

Kisah Cindelaras

Kisah Cindelaras - Suatu hari hiduplah seseorang raja yg bernama Raden Putra beserta ke 2 istrinya. Raden Putra memimpin kerajaan Jenggala. Istri belia Raden Putra merasa iri kepada istri tua sebab ia merasa bahwa beliau lebih layak menjadi permaisuri. Istri belia menerima ilham buat mengambil posisi permaisuri asal istri tua Raden Putra. Beliau bekerja sama menggunakan dukun buat mejatuhkan istri tua asal posisi permaisuri. Istri belia berpura-pura jatuh sakit.

Mengetahui istri muda jatuh sakit, Raden Putra mencari dukun yg dapat menyembuhkan penyakit istri muda. Dukun yg dicari pun tiba pada istana. Dukun itu rupanya dukun yang disuruh sang istri muda buat membuat pernyataan palsu perihal penyebab dari pernyakit yang diderita istri muda. Dukun itu mengatakan bahwa istri muda sakit sebab tidak disukai sang seseorang serta orang itu meracuni kuliner istri muda. Orang itu merupakan istri tua Raden Putra. Raden Putra murka  dan  menyuruh patih buat membawa permaisuri ke hutan dan  membunugnya di sana. Tetapi, patih percaya bahwa permaisuri tidak melakukan hal itu dan  ia jua tahu kelicikan berasal istri muda.

Patih tak membunuh istri tua melainkan melepaskannya di hutan. Patih berkata kepada permaisuri buat bisa bertahan hayati di hutan. Permaisuri pun berterima kasih atas kebaikan hati patih dan  beliau pun bertahan hidup pada hutan. Suatu hari istri tua Raden Putra melahrikan seorang putra yang diberi nama Cindelaras. Dia merupakan anak pria yg cerdas dan  pandai  bergaul. Ia berteman dengan para penghuni hutan. Suatu hari Cindelaras sedang bermain pada hutan, datang-datang seekor elang menjatuhkan telur. Telur itu pecah dan  keluarlah seekor ayam menggunakan bunyi yang aneh. Anak ayam mengatakan bahwa Cindelaras ialah anak Raden Putra. Cindelaras menceritakan kejadian tadi pada ibunya. Tetapi, ibunya berkata bahwa Cindelaras artinya orang biasa serta bukan keturunan raja.

Ia berusaha mencegah supaya Cindelaras tidak mengetahui hal itu. Tetapi, akhirnya mak   memberitahu kebenaran tadi pada Cindelaras. Cinderalas pun berniat buat berangkat ke kerajaan Jenggala. Di tengah perjalanan, Cindelaras bertemu menggunakan orang-orang yang sedang menyaksikan sabung ayam. Cindelaras menantang para pemilik ayam yang sedang bertaruh di sana serta mereka menerima tantang Cindelaras. Rupanya tidak satu pun ayam yang bisa mengalahkan ayam Cindelaras. Ayam Cindelaras pun populer menjadi ayam yang tidak terkalahkan. Gosip ini terdengar sampai ke istana Raden Putra. Raden Putra mengundang Cinderlaras untuk tiba ke istana dan  menantang ayam Cindelaras. Raden Putra bertaruh bahwa Jika ayamnya kalah maka dia akan menyerahkan semua kekayaannya. Tapi, Bila ayam Cindelaras yg kalah maka Cindelaras harus rela kepalanya dipenggal.

Cindelaras pun menyetujui hal itu. Permasalahan antara ayam Cindelaras dan  ayam Raden Putra pun berlangsung. Ayam Cindelaras pun memenangkan pertandingan tadi. Ayam itu kemudian mengeluarkan suara aneh yang mengatakan bahwa Cindelaras merupakan anak asal Raden Putra. Raden Putra pun kaget mendengar hal itu. Dia bertanya kepada Cindelaras membenarkan hal itu. Tidak usang kemudian, istri tua Raden Putra tiba dan  menyebutkan bahwa cindelaras adalah anak Raden Putra. Raden Putra pun menyesal atas keputusan yg sudah ia buat. Ia pun menghukum istri belia serta dukun yang memfitnah istri tua Raden Putra.
◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2011 Dongeng Sebelum Tidur is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger