Di kala Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berada di rumah siti Aisyah, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu. Beliaupun keluar untuk menemui orang tersebut. Sedangkan Siti Aisyah tetap tinggal di dalam rumah, tetapi Siti Aisyah masih mampu mendengar percakapan mereka berdua meskipun dengan suara yang pelan.
"Wahai Rasulullah, Aku punya permasalahan yang membuatku resah dan gelisah. masalah itu terjadi pada bulan Ramadhan yang belum lama berlalu. Kala itu waktu shalat shubuh telah masuk aku masih dalam keadaan junub. Bagaimana dengan puasaku kala itu? Bolehkan aku puasa dalam keadaan yang junub."
"Wahai sahabatku,"jawab Rasulullah seraya tersenyum mendengar pertanyaan yang demikian, "engkau tak perlu gelisah. aku pun pernah mengalami kejadian serupa yang engkau alami itu. Engkau tak usah ragu, puasamu tidak batal. Aku saat itu tetap berpuasa meski dalam keadaan junub."
"Tapi, engkau tidak sama dengan kami, Wahai Rasulullah. Allah mengampuni dosa-dosamu, baik yang lalu, yang kini maupun yang akan datang,"ucap orang itu belum puas dengan jawaban Rasulullah.
"Sahabatku ! Sungguh, aku selalu berharap menjadi orang yang paling takut kepada Allah dan menjadi orang yang paling mengetahui cara-cara bertakwa."
Sabtu, 22 Juni 2019
You are Here » Home »
Kisah Hikmah
,
Kisah Islami
,
Puasa
» Kisah Hihkmah : Sahkah puasa orang yang berjunub?
0
Kisah Hihkmah : Sahkah puasa orang yang berjunub?
Publish By juru copas → Juni 22, 2019
Kategory → Kisah Hihkmah : Sahkah puasa orang yang berjunub? » Kisah Hikmah , Kisah Islami , Puasa » Dongeng Sebelum Tidur
